Akselerasi Manajemen Transformatif: Kepala Kemenag Kota Blitar Perkuat Sinergi di Ponpes Modern Hidayatullah

BLITAR - Dalam rangka mengoptimalisasi tata kelola lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, Dr. H. Mohammad Kanzul Fathon, S. Ag., M. Pd. I, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Pondok Pesantren Modern Hidayatullah pada Jumat (13/02).

Kunjungan ini dilakukan secara komprehensif bersama jajaran struktural, meliputi Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), serta Pengawas RA. Fokus utama agenda ini adalah penguatan manajemen kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan regulasi pendidikan nasional.

Acara berlangsung dinamis dengan unjuk kreativitas santri yang merefleksikan identitas institusi melalui karya seni musik. Kolaborasi performa tersebut menampilkan dua karya monumental:

  1. Mars Ponpes Modern Hidayatullah: Karya Bu Nyai Hj. Ulfa Fikria Putri, S. Ag., yang merepresentasikan visi dan filosofi dasar pesantren.

  2. Mars Poskestren: Karya orisinal Dr. H. Mohammad Kanzul Fathon, yang menekankan pentingnya integrasi kesehatan masyarakat dalam ekosistem pesantren (Pos Kesehatan Pesantren).

Penampilan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk internalisasi nilai-nilai kelembagaan melalui pendekatan budaya yang inklusif.

Pengasuh Pondok Pesantren Modern Hidayatullah, KH. M Abd Rouf, Lc., Grad. Dip., MA, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas pendampingan manajerial dari pihak Kemenag. Beliau menekankan bahwa transformasi manajemen di pesantren adalah keniscayaan untuk menjaga relevansi di era global tanpa mereduksi nilai-nilai salaf.

"Lembaga pendidikan keagamaan harus bertransformasi dari manajemen tradisional menuju manajemen yang lebih sistematis, transparan, dan akuntabel guna menjamin mutu output pendidikan yang kompetitif," ungkap Dr. H. Mohammad Kanzul Fathon dalam pengarahannya. 

Rangkaian agenda ditutup dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh sentral sekaligus Pendiri Ponpes Modern Hidayatullah, Drs. KH. Sukri Alfi, MM. Sesi ini menjadi simbol refleksi spiritual atas segala ikhtiar lahiriah dalam mengelola pendidikan umat.
Rangkaian agenda ditutup dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh sentral sekaligus Pendiri Ponpes Modern Hidayatullah, Drs. KH. Sukri Alfi, MM. Sesi ini menjadi simbol refleksi spiritual atas segala ikhtiar lahiriah dalam mengelola pendidikan umat.Gemini said

BLITAR – Dalam rangka mengoptimalisasi tata kelola lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, Dr. H. Mohammad Kanzul Fathon, S. Ag., M. Pd. I, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Pondok Pesantren Modern Hidayatullah pada Jumat (13/02).

Kunjungan ini dilakukan secara komprehensif bersama jajaran struktural, meliputi Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), serta Pengawas RA. Fokus utama agenda ini adalah penguatan manajemen kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan regulasi pendidikan nasional.

Acara berlangsung dinamis dengan unjuk kreativitas santri yang merefleksikan identitas institusi melalui karya seni musik. Kolaborasi performa tersebut menampilkan dua karya monumental:

  1. Mars Ponpes Modern Hidayatullah: Karya Bu Nyai Hj. Ulfa Fikria Putri, S. Ag., yang merepresentasikan visi dan filosofi dasar pesantren.

  2. Mars Poskestren: Karya orisinal Dr. H. Mohammad Kanzul Fathon, yang menekankan pentingnya integrasi kesehatan masyarakat dalam ekosistem pesantren (Pos Kesehatan Pesantren).

Penampilan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk internalisasi nilai-nilai kelembagaan melalui pendekatan budaya yang inklusif.

Pengasuh Pondok Pesantren Modern Hidayatullah, KH. M Abd Rouf, Lc., Grad. Dip., MA, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas pendampingan manajerial dari pihak Kemenag. Beliau menekankan bahwa transformasi manajemen di pesantren adalah keniscayaan untuk menjaga relevansi di era global tanpa mereduksi nilai-nilai salaf.

"Lembaga pendidikan keagamaan harus bertransformasi dari manajemen tradisional menuju manajemen yang lebih sistematis, transparan, dan akuntabel guna menjamin mutu output pendidikan yang kompetitif," ungkap Dr. H. Mohammad Kanzul Fathon dalam pengarahannya.

Rangkaian agenda ditutup dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh sentral sekaligus Pendiri Ponpes Modern Hidayatullah, Drs. KH. Sukri Alfi, MM. Sesi ini menjadi simbol refleksi spiritual atas segala ikhtiar lahiriah dalam mengelola pendidikan umat.